Tak Bisa Ku Pungkiri Lagi

Istri Ku
Kini engkau telah lelah
Lemah bertambah lemah 
*butuh istirahat, 
setelah mengandung kurang lebih selama 9 bulan dan melahirkan secara normal--

tak tahu siapa penciptanya
Dinda, aku tahu,.
Kau belum pulih sempurna
Dari jarum suntik menusuk tubuh
Benang keangkuhan telah hinggap

Dinda, aku tahu,.
Perjuangan mu saat melahirkan sang anak
Rasa tak kuasa mata hati lihat rintih mu
Sebab aku menggenggam tangan mu
Tetap berada di samping mu
Aku tak lupa akan janji ku

Dinda,..
Aku tak ingin kau menyerah
Aku coba tegar di hadapan mu
Aku masih sanggup menemani mu
Berada di tulang rusuk mu

Dinda,..
Kini, berpusatlah
Mendidik, serta menyapih
Aku percaya Pada Mu
Percaya ilmu dan iman mu

Malaika Ilanuri Fatiha

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), 
lalu kedua orangtuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi.”
(HR. Baihaqi)

hari pertama kelahiran

Itu nama anak pertama kami. Buat kami ini sebuah karunia dan amanah. Saya ingin beribu terima kasih pada Allah SWT atas kesempatan ini, menjadi Abah dan Bunda baru untuk istri di keluarga mungil kami.

Kami sudah dipertemukan dengan anak perempuan pertama di Surga Dunia ini. Semoga kami dan "Bidadari Pembuka Bercahaya Iman" selalu bersama. Semoga kami bisa menjaga, mendidik, dan melangkah berjalan di jalur Mu. “Ich bin bereit!” 

Semua Mata Tertuju Pada Kami

Setahun lalu
Indonesia - Ahad, 08 Juli 2012_09.00 WIB. Saat itu, kami dapat porsi perhatian cukup hebat dari seluruh dunia. Terlepas dari kebintangan kami atau bukan. *Kami, seperti magnet buat jutaan orang hari itu, hihi.. -buruan sadarlah

Demikian diungkapkan salah satu kerabat saya. Terkait pernikahan kami. Mungkin dunia sudah terlanjur terpikat dan jatuh hati pada kami, mungkin saja, haha. Perasaan saya, “Kami akan selalu diikuti oleh jurnalis ternama dari surat kabar dunia ke manapun pergi.” *mulai lebay dech..

Kini tahun 2013
Menuju menjadi "Keluarga Kekasih Allah SWT"
afwan, sumber karikatur pertama tak tahu aku
Tidak mungkin seluruh dunia melepaskan mata dari Akad Pernikahan kami, sebab itu momen sakral. Secara luas, saya menyebutkan kalau ada dua perubahan besar terjadi pada kami untuk hari depan.

Santapan 4 Sehat, 5 Sempurna

Seminar Santapan 4 Sehat, 5 Sempurna
Tahun Belum Diputuskan

Pembicara             : Dirahasiakan
MC                       : Baru Di Buronkan
Snack                    : Gratis
Acara                    : Membaca
Waktu                   : Adalah Ilmu
Tempat                  : Blog Fannani Lishan
Bonus                    : Sertifikat (Maap belum tercetak, printnya masih di toko sebelah)
Misi                       : "Just Iseng"

*-Kesalahan bukan pada blog ini, mungkin kesalahan ada pada monitor Saudara, hihi…-*
~***~ afwan ~****~
Segera lupa kan status di atas

Yuuk... Baca dengan Basmalah
Santapan 4 Sehat, 5 Sempurna 

Hups, tunggu dulu. Ini tidak membahas tentang makanan keseharian yang dikonsumsi oleh teman-teman sekalian. Ini berbincang mengenai paradigma lain untuk judul di atas. Berasal dari “Just Iseng”-apa itu-, lalu terceburlah saya menuliskan ini.

Gema Adzan Subuh


Insiden bermula saat Sabtu malam, 08 Juni 2013, pukul 19.35. Aku dan istri terlihat agak kalang kabut. Kami saling pandang penuh kepanikan. Ada tanda cairan keluar dari… , sampai tiga kali berselang sekitar delapan menit. Tanda itu, belum pernah tersaksikan oleh kami.

Dari situ lalu aku telephone bu bidan si istri. Sering memeriksa si jabang bayi dan ibunya semasa hamil. *ngobrol terjadi ini itu, menjelaskan ku pada bidan tersebut. Lalu, kami dianjurkan datang ke rumahnya oleh bu bidan itu. *ternyata cairan itu adalah tanda bagi ibu akan melahirkan.

Langsung, segera kami bertiga ~aku, istri, calon bayi~ naik mobil roda dua menuju medan perang, sepeda motor kali. Hem, itu maksud kami.

Bermm.. Berm,.. Cuueesst. Kami tiba di medan perang. Istri diperiksa, ternyata sudah bukaan satu. Kami bersepakat nebeng tidur dulu di ruang yang telah disediakan oleh bidan dari pada pulang ke rumah.

Peperangan di mulai sobat,..

Dahulu Kala

bukan properti aku

Masa kecil kini teringat lagi. Yaa… dulu aku gemar sekali bermain catur. Hingga pernah aku merengek minta dibelikan papan catur kala itu sama ibu “Mak e”. Lantas, akhirnya dibelikan juga setelah sukses merayu dan senyam-senyum habis dibelikan permainan papan catur itu. Hee...

Papan catur berbentuk persegi, identik berwarna hitam putih. Seperti team favorit ku dalam kancah belantika sepakbola, Juventus. Hihi.. Di tokoh catur ada, pion, kuda, gajah, benteng, ratu, dan raja.

Museum Masa Depan

Saat di rumah terdapat ruangan bersih, sejuk harum mewangi, dan buku tersusun rapi di rak-rak lemari. Itulah museum perpustakaan ku. Lebih besar dari kamar-kamar lainnya. Berisi koleksi buku, baik yang aku beli atau dari karya sendiri, terpampang, terpajang disana. Terpasang pigura, pesan tulisan karikatur bernilai moral kehidupan.
- -Terlintas angan-angan.- -

bukan properti aku

Dari kecil memang hobi dengan baca tulis, meskipun saat kecil suka berhitung pula. Menikmati nuansa dari membaca, mengemas ilmu.

** Flashback
Aku rindu duduk sambil membaca buku di perpustakaan kampus, semasa masih kuliah semester pertama. Jadwal kuliah yang mengharuskan aku mengisi waktu kosong di perpustakaan. Terkadang tak jarang numpang di kost teman. Sebab dulu, aku harus pulang-pergi dari Klaten-Jogja naik sepeda motor. Tak mungkin aku pulang ke rumah kan.

Di perpustakaan kampus ada berbagai judul buku, tapi kalau buku komik tak ada waktu itu. Sudah hampir 3 tahun berlalu, aku tidak berada dan berlabuh disana lagi. Terakhir disana Agustus 2010.

Surprise dari Si Buah Hati

Beranjak pergi menuju tempat USG (Ultrasonography) kandungan. Sudah dua kali aku ke sana bersama istri. Saat itu, dan itu. Dua kali hasil yang diperoleh kami, sama.


bukan properti aku

Misi kami bertiga ke sana ingin tahu perkembangan si buah hati. Pertama, berkenalan dengan genre kelamin si buah hati. Kedua, mengetahui keadaan posisinya. Ketiga, bertanya langsung pada ahlinya.

Tapi kami belum diberi kesempatan berkenalan sama si buah hati, sebab dari hasil USG belum ketahuan laki-laki ataukah perempuan di dalam kandungan sang istri.

Bagi kami, terpenting posisi -“dedek”- sudah posisi keadaan normal. Ada cuplikan sedikit antara kami dan ibu dokter yang meng-USG. Berikut penjelasannya:

Chewing Gum

bukan properti aku
*** mengenang masa itu
Kira-kira saat masih usia lima tahun aku dikenalkan permen karet oleh Alm. Kakak –pertama-- Ku. Dia menawarkan padaku dan mengajariku bermain menggelembungkan permen karet biar menjadi sebuah balon mungil. “Jangan ditelan ya”, katanya. *memperingatkanku

Pertama kali coba, aku berhasil memuntahkan permen karet keluar dari mulut ku. Haha…
Sejak itu, aku tak putus arang dan ngak nangis, aku belajar sendiri. Alhasil kini aku bisa, meskipun asal-asal saja versi aku sendiri dalam mengunyah, tidak sesuai dengan standar Kesehatan Internasional. *memang ada peraturan semacam itu?

Saya Tidak Melempar Koin

Lempar koin mu? Kamu pilih gambar apa? 
“Aku suka Komodo.”
“Aku Garuda saja.”
cetus beberapa pelaku


Dimainkanlah koin itu. Diputar atau dilempar ke atas dengan berbagai variasi sesuai keahlian. Sehingga koin berputar. Dan kita menebak dan menunggu apa yang akan terjadi selama beberapa detik saat koin jatuh dan berhenti.

Tentu saya masih ingat! Saat masih di taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, apalagi bagi mahasiswa sampai dosen. Sering saya lihat mereka bermain tebak lempar koin bersama temannya. Buat iseng mengisi waktu canda. Tidak aku pungkiri lagi permainan tradisional semacam itu masih menjadi trend sampai saat ini, bahkan tanpa melihat status bagi pelakunya.

Bahkan ada teman bermodal,...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...